Monday, July 04, 2011

1-4 Juli 2011

Yeeaaa. . Selamat datang kembali isnan. .huahuahua! Dan memang isnan pulang dengan : Paha nyeri, bahu sampe lengan nyeri, perut nyeri juga, dan mata ngantuuuk!! Jadi aku pulang dari acara diklat itu kemarin jam 2 p.m sampe ke kampus. Langsung disambut tragedi kunci motor hilang (Sudah menjadi kebiasaan ngeletakin apa-apa sembarangan) namun akhirnya ketemu dan akupun langsung pulang ke rumah. Hal yang pertama kulakukan adalah ngeletakin barang, meletakkan pantat, merebahkan punggung, cari posisi hueeenak, trus tidur. . . . . Bangun-bangun jam 6! Udah liwat waktu asharnya, sediih. .tapi kan gak bisa dijama’ jadinya ya apa boleh buat.

Ehem. .inti penulisan kali ini adalah :
“Selamat Ulang Tahun Bundaaaa. . .  Semoga disana senantiasa dilapangkan oleh Allah SWT dan selalu mendapatkan berkah, rahmat dan perlindungan dari-Nya“
ini adalah yang ke-‘53’ umur beliau. . (4 Juli 2011)

Yaah. .agak konyol yaa. .tapi emang akunya yang begitu menyayanginya, maka hal yang bisa aku berikan sebagai hadiah baginya adalah mengingat berbagai nasehat dan amanatnya. Dengan begitu. .akan ada manfaatnya bagiku, membuatku akan selalu mengingatmu dan mendoakanmu. .hehe, jadi sama-sama mendapat manfaat. Meski engkau tak lagi disisiku, tapi doaku Insya Allah akan sampai kepadamu, menemani pagi dan malammu disana bundaaa. .

Maksud hati ingin menuliskan setiap pesan-pesanmu padaku. .tapi entah kenapa hal yang begitu aku ingat darimu adalah segala yang berkaitan dengan kesabaran dan kasih sayang. Menahan sedih dan amarah, hati yang kuat namun halus, kata-kata yang menguatkan padahal berada di bawah pressing yang amat sangat, senyuman manismu bahkan dikala aku tahu engkau benar-benar sedih, tawa indahmu bahkan dikala aku tahu engkau benar-benar menahan sakit. Dan bersama hal-hal itu semua, engkau masih sibuk menasehatiku untuk selalu menjaga hati, menasehatiku untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu, dan menasehatiku untuk selalu beribadah dengan baik. Dan bersama hal itu semua, engkau terkesan lebih sibuk menyayangiku daripada dirimu sendiri bundaaa. . .

Sekian bulan lalu, aku senang mendengar suaramu lewat telpon genggam, aku tahu engkau sudah sakit. .tapi aku tidak pernah mau bundaaa untuk menangis atau terdengar sedih di setiap kata-kataku. Aku takut membuatmu justru ikut sedih juga. Maka aku selalu berbicara senormal mungkin, seakan-akan engkau biasa-biasa saja. Normal. Ceria. Dan penuh semangat.

Maaf bundaaa. . .aku begitu marah kepadanya sehingga pulang pun aku tak sanggup, maaaaf. . andaikan tak seperti itu aku pasti pulang untuk menemanimu, walau hanya satu hari saja tiap minggunya. .maaf bundaaa. .

Dan kemudian saat sakitmu terkuak, dan yah. .itu pasti memukulmu begitu keras. .tidak hanya engkau bundaa. .kita semua sedih. Hanya kita tak mungkin menampakkannya di hadapanmu bundaa. Tolong jangan benci kami, atau yang lainnya. Percayalah bundaa, kita semua menyayangimu. Meskipun mungkin hanya aku saja yang paling lebay, dan menyempatkan untuk menulis ini semua. Hoho, isnan yang parah. Tapi ini semua bukan sebagai tanda aku ingin melepas segalanya, TIDAK! Aku melakukan kelebaian ini hanyalah sebagai sebuah sarana untuk selalu mengingat kasih sayang dan pengajaran yang engkau berikan padaku. Sejak keciiill. .hingga 20 tahun lebih aku hidup ini.

Terima kasih bundaa. ..  . . .. Terima kasiiih banyak.

Mungkin saat terakhir aku melihatmu tersenyum dan tertawa adalah saat engkau melihat kaca dan melihat rambutmu habis, dan kemudian tertawaa. . Aku tahu, engkau mungkin mengira dirimu tak lagi cantik, tapi bagiku bagaimanapun engkau, dan tidak peduli  apapun yang terjadi pada engkau, saat marah, saat ketawa, saat sakit, saat ketawa, saat manyun, saat engkau menangis sekalipun, engkau adalah wanita paling cantik dan luar biasaa.

“Lindungi dia Ya Allah. .”



Yak cukup. . . . dan ini adalah hal yang berbedaa sekali dengan sebelumnya. Inilah foto-foto yang aku ambil waktu diklat. .agak horor terutama yang lagi naik motor di jalan, tangan kirinya bukan megang stang, tapi malah make buat foto-foto (Level setelah mampu sms-an dijalan!). Jadi area diklat berada di gunung kidul, patuk. Dan sepertinya itu bukit tertinggi di area itu.

Ini waktu di jalan wonosari.

Ni foto area barat (karena ngelawan sinar jadi gelap). Yah, cuma make hape juga kali, jadinya bakal terbatas juga kan




Ini penampakan bukit diatas camp, tapi ini kurang lebih setengah dari bukit yang aku naikin.



Ini keadaan hampir sunset dari area camp


Ini bukit kecil pertama, yang kita lihat dari bawah (keren ya sinar mataharinya, tapi keknya biasa aja ^^b)

Ini spot yang sama, tapi bentuk sinar yang terpotret agak berbeda, hohoho.


 Kalo ini sih saat perjalanan pendakian dimulai. Aku bukan anggota pecinta alam yang suka naik gunung, jadinya ini agak bingung juga nyari jalan buat ke puncaknya, sembari nyariin anggrek di kiri kanan.

Hehehe, liat kemiringan salah satu bukitnya. . .

Ini aku, di 'bukit pertama'


Tu keliatan ada bentukan bukit kan. Ntar itu kita lewatin keknya. Masih agak lupa.



Keliatan kan dari sudut pengambilan gambar, dari sisi dataran yang semakin luas, kita berada di sedikit lebih atas dari tempat sebelumnya.



Jalan yang kita lewati merupakan kombinasi batuan dan tanah, tapi lumayan berumput kok. Meskipun demikian cukup susah juga sih, karena kondisi yang cukup curam



Ini udah disamping bukit. Kita masih dibawahnya.




Nah kita sudah sejajar dengan bukit tadi. hoho. Ternyata bukit 'kecil' itu dari sisi lain terlihat memiliki mulut. hahaha.



Wao, indah bukan. . ini sisi lain dari bukit yang kita daki. udah mulai kehilangan sistem navigasi. Gak ngerti arah deh.


Ini sama seperti sebelumnya,




Ini juga sama. hahahaha gak penting




Sama juga. Udah kaya orang tolol nih posenya. Harap maklum deh, soalnya dari sejam lebih sebelum ni foto diambil, aku pusing dan pilek. Jadi nggleor gitu naiknya.



Ini sebenernya spot berada di bawah puncak bukit yang sebenarnya. Tetapi justr malah lupa difoto pake hapeku. hahaha.

Ini kalo doloat dari dasae. bukit-bukit aneh tadi kagak tahu dimananya. hahaha


Udah ah tepar. . .hahahaha. Wassalamualaikum. Oya, soal anggrek yang ditemuin, macem-macem sih. Tapi setelah diidentifikasi beberapa belum jelas kebenarannya. Dan menunggu koreksi paniia. hohoho

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar. .