Wednesday, June 22, 2011

Sedang Kangen Bunda. .

Assalamualaikum, bagaimana kabarnya semua? Baik-baik saja kan? Semoga senantiasa mendapatkan curahan rahmat dari Allah SWT.

Sedikit curahan hati yang mungkin akan terdengar sangat konyol sekali. Tapi tiba-tiba ngerasa kangen banget sama mamaku tersayang. Yup, pagi ini mungkin rekor untuk semester ini yakni tidak tidur semalaman, dan bahkan sekarang pun gak ada rasa kantuk. Kalo dah kaya gini dulu-dulu pasti aku akan langsung nelpon mama trus cerita dengan bangganya aku tidak tidur padahal mau ujian. Dan jawaban yang kudengar biasanya justru membuat tertawa. Bukan sebuah amarah, atau nasehat yang sangat menusuk. Tidak pernah!! Justru beliau pun tertawa, dan berkata
“Dah pintar yo, trus jadi gak belajar? Lha trus semalaman gak tidur ngapain nan?”

Aku pun tertawa, dan kemudian biasanya aku jelaskan kalau aku ngegame sepagian, sampe lupa tidur. Eh langsung ganti arah pembicaraan deh akunya
“Mama sedang apa? Sudah makan belum?”

Dalam 3 bulan terakhir tidak pernah aku lupa nanyain ini tiap harinya, paling nggak lewat sms, karena beliau rada gak mood makan. Jadi inget tahun lalu, apakah mau seorang isnan mengsms ibunya tiap hari? Tapi alhamdulillah, meski tidak sesering waktu 3 bulan itu, aku tetap menyapa beliau.

Pengen banget nanyain pertanyaan-pertanyaan itu lagi maa. .
“Mama disana gimana? Sehat selalu kan? Senantiasa tersenyum kan? Bahagia kan disana? Sungguh maa, di tiap aku inget bahkan saat aku duduk mengetik ini, saat aku dijalan lagi ngebut ke kampus, aku tetap doakan mama kok.”

Kini saat hampir satu bulan kepergianmu,. . Apakah keceriaanku ini hanyalah ilusi dari segala kehilangan yang ada di baliknya? Ya Allah. .aku ikhlas dengan segala keputusanmu, aku rela. . Jaga mamaku tersayang Ya Allah, dan bahkan saat jemari ini tak mampu lagi memijat punggungnya, saat mata ini tak mampu memandangnya secara nyata, atau mendengar amarah dan tawanya. Namun di memori ini terekam segala hal yang telah kau berikan padaku bundaa. .

Dan inilah ujian pertamaku dimana aku tak lagi mengucap salam kepadamu, mengharap didoakan olehmu, melihat senyuman dan lambaian tangan itu. Atau getaran sms, tanda balasan darimu yang biasanya berisi “Jangan keburu-buru yaa. . Hati-hati dijalan.” Atau deringan handphoneku tanda panggilan darimu yang menanyakan “Ntar ujian jam berapa? Pelajaran apa?”

Subhanallah sungguh indah kenangan itu, sungguh tak ada ganti untuk hal-hal seperti itu. Namun ini bukan berarti sebuah penyesalan atas kepergianmu, ini hanyalah ungkapan rasa rindu dari anak yang senantiasa menyayangimu dan bahkan saat engkau telah pergi mendahuluiku. .

Maaf yaa. .pembaca, Wassalamualaikum. .


No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar. .