Saturday, June 11, 2011

Makalah kuliah Sistematika Hewan (Orcinus Orca) atau Paus Pembunuh


1.     Klasifikasi ilmiah
a.       Ordo Cetacea
Semua lumba-lumba, dan paus termasuk dalam ordo cetacean. Terdiri dari kurang lebih 80 spesies yang masih hidup, yang terbagi dalam tiga subordo yaitu Odontoceti, Mysticeti dan Archaeoceti. Archaeoceti merupakan subordo dimana anggota spesiesnya telah punah. Odontoceti dan Mysticeti memilik karakter yang berbeda. Odontoceti dicirikan dengan susunan gigi seperti gigi pada umumnya, lubang nafas sebuah, cara berburu dengan metode echolocation, ukuran yang lebih kecil, dan seksual dimorfisme berupa ukuran jantan yang kadang lebih besar serta bentuk sirip dorsal yang berbeda. Mysticeti  dicirikan dengan susunan gigi seperti lempengan, lubang nafas dua buah, cara makan adalah dengan metode filter feeder, ukuran lebih esar disbanding Odontoceti, serta seksual dimorfisme dimana ukuran betina selalu lebih besar disbanding dengan jantan
b.      Famili Delphinidae
Pada famili ini terdapat kurang lebih 32 spesies. Paus pembunuh merupakan yang terbesar ukurannya dalam famili Delphinidae ini.
c.       Genus, spesies Orcinus orca
Paus pembunuh, Orcinus orca dikenal dengan istilah ballena asesina (Paus assassin) oleh orang Spanyol. Peneliti percaya bahwa jenis yang istimewa berada di Antartika. Peneliti memasukkan seluruh jenis paus pembunuh dalam label yang sama yakni Orcinus orca. Orcinus memiliki arti Dewa Romawi kuno Orcus, yang merupakan gambaran reputasi dari spesies ini. Sedangkan Orca dalam literature berarti “bentuk dari tong” yang menggambarkan bentuk umum dari pasu ini.

2.      Distribusi dan Habitat
Orcinus orca persebarannya sangat luas, namun paling banyak berada pada area kutub utara dan selatan. Meskipun demikian paus pembunuh juga ditemukan di laut hangat seperti Hawaii, Australia, Kepulauan Galapagos dan Kepulauan Bahama. Hidup di laut lepas atau pesisir pantai, pada kedalaman kurang dari 200 meter, jarang yang lebih dari itu. Migrasi kadang dilakukan, dan disebabkan oleh migrasi dari mangsanya, misalnya anjing laut.

3.      Karakter Fisik
a.       Ukuran
Meskipun dibandingkan dengan jenis paus lainnya ukuran Orcinus lebih kecil, namun dia adalah mamalia predator yang paling besar. Ukuran paus pembunuh jantan 5,8 hingga 6,7 meter dan berat antara 3.628 hingga 5.442 kilogram. Sedangkan yang betina rata-rata 4,9 hingga 5,8 meter dan berat antara 1.361 hingga 3.628 kilogram. Ukuran individu bervariasi pada setiap area yang berbeda.
b.      Bentuk tubuh
Bentuk tubuh dari paus pembunuh adalah fusiform, streamline yang memudahkannya dalam aktivitas berenang.
c.       Warna
Warna tubuh dari paus pembunuh adalah kombinasi antara warna hitam dan putih. Permukaan dorsal dan sirip pectoral berwarna hitam kecuali pada area di bawah dan di belakang sirip dorsal yang berwarna abu-abu. Bagian ventral tubuhhingga ke permukaan ventral dari ekor berwarna putih. Eyespot berwarna putih berada di atas belakang setiap mata. Pewarnaan tubuh yang unik ini meningkatkan kemampuannya dalam berburu. Warna hitam di bagian dorsal bercampur dengan warna kedalaman laut apabila dilihat dari atas. Sedangkan warna putih di bagian ventral bercampur dengan cahaya apabila dilihat dari bawah. Hal ini menyebabkan mangsa sukar untuk mengenal keberadaannya.
d.      Sirip Pectoral
Sirip pectoral berbentuk membulat, tersusun atas tulang seperta pada mamalia darat, namun memendek dan termodifikasi dengan keberadaan jaringan ikat yang padat dan kartilago.
e.       Sirip Dorsal dan ekor (Flukes)
Sirip dorsal dan ekor tersusun atas jaringan ikat yang padat, tidak terdapat tulang sejati ataupun tulang lunak. Vertebra dari paus pembunuh tersusun atas 50-54 segmen, namun tidak ada yang berkembang hingga menuju ekor.  Sirip dorsal dapat tumbuh tegak atau membengkok di bagian ujung.

4.      Indera
a.       Pendengaran
Indera pendengaran pada Odontoceti berkembang baik. Auditory cortex pada otak berkembang dengan baik. Frekuensi suara yang mampu didengar antara 0,5 hingga 125 kHz. Mampu memproduksi suara pada frekuensi yang berbeda. “Click” dengan frekuensi yang lebih tinggi berfungsi utama pada kemampuan echolocation. Sedangkan fungsi suara dengan frekuensi yang lebih rendah belum diketahui fungsinya.

Echolocation adalah suatu kemampuan untuk mengenal lokasi dan membedakan objek dengan memproduksi suara dengan frekuensi tinggi yang kemudian dipantulkan kembali oleh objek tersebut dan diinterpretasikan gemanya. Frekuensi suara yang dihasilkan adalah antara 10 hingga 80 kHz
b.      Penglihatan
Penglihatan Orcinus  berkembang baik. Mata berada di setiap sisi kepala, berada tepat di belakang atas dari mulut, dan berada di depan eyespot.
c.       Penciuman
Lobus olfaktori pada otak serta saraf olfaktori tidak ditemukan pada seluruh spesies Odontoceti. Hal ini mengindikasikan kelemahannya adalah pada bau.

5.      Adaptasi terhadap Lingkungan Air
a.       Berenang
Kemampuan berenangnya adalah yang paling cepat jika dibandingkan dengan mamalia laut lainnya. Kecepatan berenang dapat mencapai 48,4 km/h
b.      Menyelam
Saat menyelam, umumnya kedalaman yang dicapai hanya hingga 30,5 samapi 60 meter. Orcinus tidak biasa menyelam terlalu dalam, meskipun dalam eksperimen pernah mencapai 274,3 meter. Lama menyelam rata-rata 10 menit, paling lama 15 menit setiap kali menyelam. Terjadi adaptasi fisiologi saat menyelam, antara lain kemampuan untuk menghemat oksigen dan melambatnya detak jantung dari 60 menjadi 30 detakan permenit. Orcinus dan mamalia air lainnya memiliki myoglobin, protein pengikat oksigen yang lebih tinggi. Tingginya konsentrasi ini mampu mencegah terjadinya kekurangan oksigen dalam otot. Di dalam air, Orcinus tidak menghirup udara.
c.       Respirasi
Orcinus bernafas melalui lubang nagas yang berada pada sisi dorsal kepala. Selama menyelam, Orcinus menahan nafas. Saat akan mengambil nafas, otot penutup lubang terbuka, dan menutup selama menyelam.
d.      Termoregulasi
Orcinus memiliiki beberapa adaptasi sehingga mampu menjaga suhu tubuh tetap hangat selama menyelam. Adaptasi itu antara lain berupa lapisan lemak yang tebalnya 7,6 hingga 10 cm. Sistem sirkulasi pada Orcinus berbeda, dimana pada sirip pectoral, ekor dan sirip dorsal, pembuluh arteri dikelilingi olej pembuluh vena. Sehingga panas yang dibawa oleh darah dalam arteri ditransfer menuju vena, dan bukan ke lingkungan. Kemampuan ini mampu untuk menjaga panas tubuh.

6.      Behavior
a.       Struktur Sosial
Orcinus hidup dalam suatu kelompok kecil yang terdiri dari 5 sampai 30 individu. Setiap lokasi geografis yang berbeda, jumlah indvidu per kelompok juga bervariasi. Misalnya di Alaska dalam satu kelompok dapat terdiri hingga 100 individu. Kelompok kecil ini diistilahkan dengan pod. Setiap pod terdiri atas jantan dan betina dewasa serta keturunannya. Pod bukanlah grup sosial terkecil atau terbesar dalam komunitas paus pembunuh. Dari sebuah penelitian diketahui bahwa unit paling dasar dari suatu resident pod adalah gruo maternal. Sebuah grup maternal terdiri atas seorang ibu, dan keturunannya. Satu atau lebih grup maternal dapat pergi bersama dalam sebuah subpod. Paus dalam subpod masih memiliki hubungan kekerabatan dekat, yang umumnya terdiri dari ibu, anak, dan kemungkinan keponakan-keponakannya.
Klan adalah level sosial yang lebih tinggi dari level pod. Klan dibentuk dari sekelompok pod pada suatu area dengan dialek yang mirip. Suatu pod kemungkinan terbentuk dari perkembangan suatu pod ancestor, yang dalam perkembangannya terbentuk kelompok-kelompok.
Tingkat tertinggi struktur sosial dari Orcinus adalah sebuah komunitas. Sebuah komunitas terdiri dari beberapa pod yang hidup bersama-sama. Apabila berpergian ke suatu area lain, pod dari suatu komunitas tidak pernah terlihat berpergian dengan komunitas lainnya. Terjadinya pertukaran anggota antar pod kadang-kadang terjadi, terutama saat musim kawin.
b.      Komunikasi
Komunikasi yang terjadi antar individu, adalah dengan suara dengan frekuensi 0,5 kHz hingga 16 kHz. Suara diproduksi bukan dari pita suara, namun dengan pergerakan udara yang berada di area sekitar lubang nafas. Suara yang dihasilkan biasanya dilakukan berulang-ulang dan disebut seruan stereotype. Seluruh seruan stereotype yang dialkukan berulang-ulang membuat suatu system vokal yang disebut dengan dialek. Dialek ini adalah suatu sistem komunikasi antar individu dalam suatu pod. Pod yang berada berdekatan mampu saling mengerti sistem komunikasi itu. Namun demikian dari penelitian diketahui bahwa sistem komunikasi itu masih cukup berbeda hingga peneliti pun mampu mengidentifikasi suatu pod hanya dari suara yang dihasilkannya.
c.       Kebiasaan Individual
Kebiasaan unik dari Orcinus adalah spy hopping, yakni bergantung di air dengan posisi horizontal dangan kepala sebagian berada di ataas air. Breaching, yakni gerakan melompat dari air dengan posisi miring atau terbalik. Lob –tailing, yaitu gerakan memukul-mukulkan ekor ke permukaan air. Pec-tailing, yaitu gerakan memukul-mukulkan sirip pectoral ke permukaan air. Dan dorsal fin slapping, yaitu gerakan berputar ke samping untuk memukulkan sirip dorsalnya ke air. Gerakan-gerakan ini adalah suatu kebiasaan yang menunjukkan dominansi suatu area.

d.      Tidur
Bagaimana cara paus pembunuh untuk tidur masih merupakan suatu misteri. Suatu penelitian terhadap perilaku istirahat yang dilakukan baik pagi maupun malam hari dengan interval waktu delapan jam menunjukkan bahwa saat beristirahat, paus pembunuh berenang dengan gerakan pelan dan melakukan 3 hingga 7 kali seri penyelaman dengan lama tiap penyelaman kurang dari satu menit.

7.      Diet dan Kebiasaan Makan
a.       Pemilihan Makanan
Ikan, anjing laut, gurita, singa laut, walrus, burung, penguin, dan cetacean lain kesemuanya ditemukan dalam perut Orcinus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis makanannya beraneka ragam.
b.      Penyerapan Makanan
Orcinus dewasa makan kira-kira seberat 3% hingga 4% berat tubuhnya setiap hari. Sedangkan Orcinus yang masih dalam masa pertunbuhan makan sebanyak 10% berat tubuhnya.
c.       Metode Berburu
Metode berburu dari Orcinus sangat unik. Cara berburunya adalah secara berkelompok, baik dalam kelompok besar ataupun kelompok besar. Hal ini tergantung pada ukuran mangsa. Salah satu peristiwa langka yang terdokumentasi oleh tim SeaWorld adalah perburuan paus biru (Balaenoptera musculus) oleh kurang lebih 30 ekor Orcinus. Orcinus mengelilingi paus biru sebelum melakukan penyerangan. 2 ekor berada di depan, 2 berada di belakang, sedangkan sisanya mengelilingi di samping maupun di bawah paus biru tersebut. Hal ini mungkin bertujuan supaya paus biru tidak dapat melarikan diri. Beberapa melakukan lompatan ke bagian punggung paus biru dengan tujuan untk menenggelamkannya. Setelah lima jam Orcinus menyelesaikan perburuannya. Kemungkinan mereka beristirahat dari perburuan, namun nasib dari paus biru tidak diketahui, apakah hanya terluka atau justru telah mati.
Untuk mangsa yang lebih kecil, misalnya hiu putih (Charcarinus carcharias), hanya dua individu Orcinus yang melakukan perburuan.
8.      Reproduksi
Kematangan reproduksi untuk Orcinus jantan adalah setelah mencapai ukuran 5,5 hingga 6,1 meter atau berumur 10 hingga 13 tahun. Sedangkan betina setelah mencapai ukuran 4,6 hingga 4,9 meter atau berumur 6 sampai 10 tahun. Secara alami, lingkungan sangat mempengaruhi keberhasilan perkawinan pejantan. Pejantan dapat tidak sukses dalam bereproduksi hingga mereka lebih tua, lebih besar, dan lebih kompeten disbanding pejantan yang lain. Orcinus bersifat poligami, setiap jantan bias saja memiliki beberapa partner. Perkembangbiakan dapat terjadi pada berbagai musim, namun paling sering adalah pada musim panas. Di Samudera Atlantik bagian utara, perkawinan terjadi sekitar bulan Oktober dan November. Di Samudera Pasifik bagian barat kemungkinan terjadi pada bulan Mei dan Juni. Kehamilan terjadi selama 17 bulan. Setiap kali melahirkan, keturunan yang dihasilkan hanya seekor saja.

9.      Calve (Anak Orcinus)
a.       Anak dari Orcinus lahir di air. Saat lahir, ukuran mencapai 2,6 meter dan berat antara 136 hingga 181 kilogram. Warna puih krem hingga oranye muda. Dan mulai berubah menjadi putih setelah berumur satu tahun. Mulai menyusui beberapa jam setelah kelahiran. Proses penyusuan terjadi di dalam air, dekat dengan permukaan. Anak Orcinus berkembang dengan pesat. Gigi atas muncul setelah berumur 2 ingga 3 bulan. Sedangkan gigi bawah setelah berumur 4 bulan. Setelah berumur 1 tahun panjang mencapai 3,2 meter dengan berat 454 kilogram.



Bibliography

Au, Whitlow W. L.  The Sonar of Dolphins.  New York: Springer-Verlag Inc., 1993.
Banister, Dr. Keith and Dr. Andrew Cambell.  The Encyclopedia of Aquatic Life.   New York: Facts On File, Inc., 1988.
Carwardine, Mark.  Whales, Dolphins and Porpoises.  New York:   Dorling Kindersley, Inc., 1992.
Couperus, A. S.  "Killer whales (Orcinus orca) scavenging on discards of freezer trawlers north east of Shetland islands."  Aquatic Animals, 20.1, 47-51, 1994.
Dahlheim, Marilyn Elayne.  "Killer Whale (Orcinus orca) depredation on longline catches of sablefish (Anoplopoma fimbria) in Alaskan waters."   Seattle:  NWAFC Processed Report, National Marine Fisheries Service, 1988.
De Fabianis, Valeria Manferto and Laura Accomazzo.  Whales and Dolphins.   San Diego:  Thunder Bay Press, 1998.
Duffus, David A., and Philip Dearden.  "Recreational use, valuation, and management of killer whales (Orcinus orca) on Canada's Pacific coast."   Environmental Conservation, Vol. 20 (2), Summer 1993.
Ellis, Richard.  Dolphins and Porpoises.  New York: Alfred A. Knopf, Inc., 1989.
Herman, Louis M., ed.  Cetacean Behavior:  Mechanisms and Functions.   New York:  John Wiley and Sons, 1980.
Heyning, John E. and Marilyn E. Dahlheim.  Killer Whale-Orcinus orca.   Handbook of Marine Mammals, Vol. 6, 11: 281-322, 1999.
Jacobsen, Jeff.  "The Social Ways of Sleeping Orca." Whalewatcher.   San Pedro: The American Cetacean Society, Volume 24 (3), 1990.
Leatherwood, Stephen and Randall R. Reeves.  Whales, Dolphins, and Porpoises of the Eastern North Pacific and Adjacent Arctic Waters.  Toronto: Dover Publications, Inc., 1988.
Mitchell, Edward and Alan N. Baker.  "Age of reputedly old killer whale, Orcinus orca, 'Old Tom' from Eden, Twofold Bay, Australia."  Rep. International Whaling Commission, Special Issue 3, 1980.
Mann, Janet, Richard Connor, Peter Tyack, and Hal Whitehead.  Cetacean Societies.  Chicago: The University of Chicago Press Ltd., 2000.
Nishiwaki, Masaharu and Chikao Handa.  "Killer whales caught in the coastal waters off Japan for recent 10 years."  The Scientific Reports of the Whale Research Institute, 13: 85-96, 1958.
Nowak, R. M. and J. L. Paradiso.  Walker's Mammals of the World.   Baltimore:  The Johns Hopkins University Press, 1983.
Nuzzolo, Deborah.  Dolphin Discovery -- Bottlenose Dolphin Training and Interaction.  San Diego:  SeaWorld Education Department, 1999.
"Predation on a white shark by a killer whale and a possible case of competitive displacement."  Marine Mammal Science.  5(2):  563-568, April, 1999.
Visser, Ingrid N.  "Prolific body scars and collapsing dorsal fins on killer whales (Orcinus orca) in New Zealand waters."  Aquatic Mammals.   24.2, 71-81, 1998.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar. .