Wednesday, June 29, 2011

A faraway little dot called "vanishing point"


Buahbuahahahahahahahann!! (Ketawa model baru)
Yaa. .cuma ada kalau punya temen yang geje abis, yang aneh, yang gokil, yang unik. . . .bla3x pokoknya spesies-spesies sejenis itu.


Ada sebuah khayalan unik ini, dapetnya waktu tadi lagi berkendara motor di ringroad utara deket Jalan Kaliurang. Lhaa. .dengan polosnya memandang ke arah barat (dari selatan mau ke utara, tapi gak liat depan, justru nengok ke barat). Jalan ini seakan terlihat tanpa ujung (Huuiizzz lebai), ya hal itu si emang biasa aja sih secara ilmiah, karena memang kemampuan mata manusia kan terbatas. Kalau dibandingin sama sebuah karya seni, ya itu adalah efek perspektif. Dimana semakin jauh obyek maka akan terlihat semakin kecil dan pada akhirnya hanyalah terlihat seperti sebuah titik. Yakni titik lenyap.

“Nah, hubungannya dengan imajinasi yang kamu dapat isnan?”
Yaah. .sederhana sih. . .andaikan titik lenyap itu diibaratkan dengan suatu cita-cita kita. Dan sekarang ini keadaan kita berada di sebuah jalan yang panjaaaaang banget. Pertama, yang muncul di pikiran kita pastilah 


“Wah jauh sekali ya, sampai dari sini cuma keliatan sebuah titik kecil mungil, susah gak ya sampai sananya? Jauh gak ya?”
Kalo kataku sih, itu mah normal-normal aja, orang mikirin konsekuensi yang didapat sebelum melakukan suatu aksi. Ya gak mau kan ya, udah diniatin jalan juaaauuuhhh. . .eee bekal yang dibawa sedikit banget, di kiri kanan jalan kagak ada warung apalagi supermarket. Gak mau kan ujung-ujungnya cuma mati konyol gara-gara kagak ada makanan? Hahahahaha.


Ya tapi satu hal yang lebih penting lagi, setelah proses menimbang dan memilah itu, kita habis itu diem aja, atau menyiapkan bekal dan melakukan aksi menuju destinasi kita itu? Ya disinilah. .
Sebagian orang akan memilih untuk mengurungkan niatnya menuju destinasi yang sudah diharapkannya itu, sebagian lagi yang lain dengan bondho nekad namun tidak sekedar nekad. Tapi nekad disini berarti BERTEKAD bulat! Orang yang pertama, bukannya trus dia tu salah sih, namun dia mungkin saja mencari destinasinya yang lain, yang lebih ringan dan gampang. Namun orang kedua dengan jerih payahnya mulai melangkah, dan tahu gak yang terjadi??


Yang namanya perspektif itu kan suatu yang dekat keliatane gedhe, jelas, dan tidak samar-samar. Sesuatu yang jauuuh itu keciiil, ndak jelas, (istilah fotografisnya nge-blur), dan samar-samar. Tapi sadar ndak, kalo kita semakin mendekati yang semula kecil itu, segalanya jadi keliatan besar, jelas dan tidak samar-samar?? Dan dari setiap langkah kita menuju destinasi itu, bukannya tanpa halangan dan rintangan (Walau halangan, rintangan, menghadang, tak jadi masala dan takkan jadi beban pikiran~~ hahaaaa wuuuu!!), tapi toh yang penting semuanya jadi jelas kan?? REAL!! NOT BLUR



Dan mari kembali ke area nyata lagi, bukan dunia imajinasi. Memang begitu adanya kan? Impian itu samar-samar, harapan dan cita-cita pun seperti itu. Kita bisa aja mempunyai sejuta mimpi, dan gak ngerti korelasi antar masing-masing harapan itu. Ada contoh nih, sebut aja isnan (WAAAHAHAHAHA!!). oran unik ini pengen banget melihara kucing, suka sama anggrek, pengen kerja praktek, pengen bisa main piano, pengen jalan-jalan, pengen dapet beasiswa yang keren, pengen bisa top di fakultas (yang mulanya dipilih dengan agak tidak ikhlas), pengen bisa mbikin ESSAI yang deadline besok belum jadi-jadi juga sekarang, pengen belajar buat ujian BESOK, pengen bisa baca Quran dengan benar, pengen punya akhlak yang buaaeeek, pengen ngerti agama, pengen ngasih hadiah buat ibu yang bulan lalu meninggal (dengan beribu doa, andai bisa nyampe 1000 per hari subhanallah banget). Dan lain lain. Kenyataannya harapan itu gak cuman sesederhana “sebuah jalan lurus yang diujungnya ada titik”, tapi lakukan, lakukan semuanya bro. .bener deh, lakuin!! Dan jangan nunggu 5 menit lagi, sekarang!! Kalau mau nyiapin bekal dan amunisi buat melangkah, jangan cuma nyiapin ini itu ini itu doang, bikin strategi, dipikir dipikir dipikir. . . . .akhirnya malah jadi pemikir sejati,


Tapi sembari menyiapkan buat yang rada jauh-jauh (yang masih keliatan samar), kita raih apa yang sekarang bisa kita capai sekarang.  Contohnya aku pengen punya akhlak baik, pengen ngerti agama, pengen bisa baca Quran dengan benar, ya udah lakuin itu dulu. .dengan kita ningkatin frekuensi belajar kan juga ujung-ujungnya mahir. Sholat kek, dzikir, ntar kadang juga agak-agak nyambi buat mikir mau nulis essai apa, ya lama-lama kelakuin deh itu semua.


Kalau mau tahu the secret nya, ini aku nulis ini semua juga gara-gara masih ngeblank gitu buat bikin essai, tapi aku lakuinnnn. .dan akhirnya sebuah tulisan pun tercipta buat agan-agan serta aganwati sekalian. . Dari sebuah kepusingan yang udah lewat standar toleransi, jadi masih ada gunanya kan? (Buat aku sendiri, radak ngeplong, ndak geje kaya setengah jam lalu) Kalo buat kalian semua, mungkin ada yang mikir
 
“Ah. .ndak penting”
“Ah. .aneh, gak mutu”
“Subhanallah. .bener nih. .aku jadi pengen lakuin juga”
“Eh iya, aku juga mau cari beasiswa ah”
“Wee. .perspektif. .inget aku dulu pinter bikin gambar perspektif, pengen nyoba bikin lagi ah”
“Blurr?? Adoh hasil jepretan kameraku masih jelek, belajar lagi ah”
“Hmm. .pengen merenung, siapa tahu dapat ilham”
“Ring road utara mana sih, penasaran. .kesana ah. .masa iya di barat keliatan sebuah titik (Astagaa. .”
“Pengen nulis juga ah. . .”


Hehehehe. .gokil yaa. .gak penting yaa. . . Everyone has their unique potential, don’t ever follow completely somebody’s life pathway. Everyone has their own dream, although it can be found the same from some people’s dream, but their step is really different. So why don’t you become yourself?? You can copy from one’s experient, you can combine maaany step from other’s then you compose to becoming your unique step. . You can try to get advice from your beloved.


But it’s all same. . >> be a winner for your own!! Because “win” in each person mine is also different. You can thing win is becoming the best! Becoming the most popular, most valuable, or bla bla bla between others. But for other person win may refer to an effort to defeat our own egoism, our own block-in-mind. Some other can say “win if I can together  do something useful for other, I can give advantages for them”
And many more. .


NB : Ambil yang penting, yang berguna saja dari sini. Yang penting intinya, raih mimpimu, jangan ambil pusing kalo kamu sekalipun bukan yang terbaik di antara teman-temanmu. Trus. .melangkah cuui. .jangan jalan di tempat. . lari juga boleh kok ^^b

For you. .SEMANGAAAAAAAATT!! KEEP SPIRIT!! AND KEEP SMILLLLLEEE!!! ^0^b this is another freakin’ chain of sentence

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar. .